You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Kotajin
Logo Desa Kotajin
Desa Kotajin

Kec. Atinggola, Kab. Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo

Selamat Datang di Website Resmi Desa Kotajin, Kec. Atinggola, Kab. Gorontalo Utara, Prov. Gorontalo .

Sejarah Desa

Administrator 23 Desember 2024 Dibaca 87 Kali

Kotajin atau Ottanojin yaitu tumpukan batu yang memiliki goa di dalamnya. Kotajin terletak di Kecamatan Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo. Perkampungan Kotajin pada awalnya terdiri dari lembah, dataran dan sebagian pegunungan serta hutan. Tahun 1800, ketika lautan itu kering jadilah rawa dan hutan belukar. Tahun 1850 daerah ini dimasuki oleh orang-orang luar dan membuka lahan pertanian. Kesuburan tanah menjadikan daerah ini mulai banyak dikunjungi dan ditempati oleh orang-orang yang datang sehingga akhirnya dataran ini menjadi perkampungan.Kotajin atau Ottanojin yaitu tumpukan batu yang memiliki goa di dalamnya. Kotajin terletak di Kecamatan Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo. Perkampungan Kotajin pada awalnya terdiri dari lembah, dataran dan sebagian pegunungan serta hutan. Tahun 1800, ketika lautan itu kering jadilah rawa dan hutan belukar. Tahun 1850 daerah ini dimasuki oleh orang-orang luar dan membuka lahan pertanian. Kesuburan tanah menjadikan daerah ini mulai banyak dikunjungi dan ditempati oleh orang-orang yang datang sehingga akhirnya dataran ini menjadi perkampungan.

Orang yang datang dan menjadi penduduk desa Kotajin berasal dari penduduk Asli Kecamatan Atinggola dan mewarisi tanah-tanah desa tersebut. Sebagian lagi datang dari daerah Buol dan Kaidipang. Menetapnya mereka di Kotajin karena pencaharian mereka adalah bercocok tanam, lalu kawin dengan penduduk asli, sehingga menjadi masyarakat Kotajin.Orang yang datang dan menjadi penduduk desa Kotajin berasal dari penduduk Asli Kecamatan Atinggola dan mewarisi tanah-tanah desa tersebut. Sebagian lagi datang dari daerah Buol dan Kaidipang. Menetapnya mereka di Kotajin karena pencaharian mereka adalah bercocok tanam, lalu kawin dengan penduduk asli, sehingga menjadi masyarakat Kotajin.

Menurut penuturan orang-orang tua, penduduk asli Kecamatan Atinggola berasal dari Ternate yang ikut dengan dua orang Putra Raja yang bernama Mosambe dan Sanggi Bula, yang kecewa karena tidak terpilih menjadi Raja. Hanya adik mereka yang menjadi Raja yaitu Sanggi Bulawa. Pada jaman penjajahan Belanda di daerah Ternate, di saat itu terjadi memilih raja. Dengan prakarsa Bangsa Belanda mengirimkan kopiah pada Raja Tua Ternate. Kopiah itu adalah menentukan siapa yang menjadi Raja Ternate di antara ketiga Putranya (Mosambe, Sanggi Bula, Sanggi Bulawa). Dengan cara pemilihan yakni memasangkan kopiah di Kepala masing-masing putra raja tersebut. Ternyata kopiah menjadi persyaratan menggantikan Raja Tua Ternate. Kopiah tersebut ternyata ukurannya pas di Kepala putra yang paling bungsu yakni Sanggi Balawa, maka Sangga Bulawa dinobatkan menjadi Raja Ternate. Kedua saudaranya Mosambe dan Sanggi Bula kecewa, lalu mereka memboyong sebagian penduduk kerajaan Ternate ke Pulau Lembe (Bitung) lalu ke Manado, Bolaang Mongondow, Suwawa, Bulango dan sampai ke Atinggola.Menurut penuturan orang-orang tua, penduduk asli Kecamatan Atinggola berasal dari Ternate yang ikut dengan dua orang Putra Raja yang bernama Mosambe dan Sanggi Bula, yang kecewa karena tidak terpilih menjadi Raja. Hanya adik mereka yang menjadi Raja yaitu Sanggi Bulawa. Pada jaman penjajahan Belanda di daerah Ternate, di saat itu terjadi memilih raja. Dengan prakarsa Bangsa Belanda mengirimkan kopiah pada Raja Tua Ternate. Kopiah itu adalah menentukan siapa yang menjadi Raja Ternate di antara ketiga Putranya (Mosambe, Sanggi Bula, Sanggi Bulawa). Dengan cara pemilihan yakni memasangkan kopiah di Kepala masing-masing putra raja tersebut. Ternyata kopiah menjadi persyaratan menggantikan Raja Tua Ternate. Kopiah tersebut ternyata ukurannya pas di Kepala putra yang paling bungsu yakni Sanggi Balawa, maka Sangga Bulawa dinobatkan menjadi Raja Ternate. Kedua saudaranya Mosambe dan Sanggi Bula kecewa, lalu mereka memboyong sebagian penduduk kerajaan Ternate ke Pulau Lembe (Bitung) lalu ke Manado, Bolaang Mongondow, Suwawa, Bulango dan sampai ke Atinggola.

Batu Jin ini dipelihara oleh masyarakat Kotajin dan kini menjadi Cagar Budaya Nasional. Desa tempat tumpukan batu itu disebut Ottalojin kemudian di perindah namanya menjadi Kotajin. Kemudian pada tahun 1868 daerah ini dipimpin oleh Raja Andagile dengan rajanya Raja Yahya Van Gobel, namun waktu itu bukan disebut Desa Kotajin, tapi Negeri Jin dengan pimpinannya bernama Wannopulu (Wala’opulu).Batu Jin ini dipelihara oleh masyarakat Kotajin dan kini menjadi Cagar Budaya Nasional. Desa tempat tumpukan batu itu disebut Ottalojin kemudian di perindah namanya menjadi Kotajin. Kemudian pada tahun 1868 daerah ini dipimpin oleh Raja Andagile dengan rajanya Raja Yahya Van Gobel, namun waktu itu bukan disebut Desa Kotajin, tapi Negeri Jin dengan pimpinannya bernama Wannopulu (Wala’opulu).

Bagikan Artikel Ini